Dasar-Dasar Linguistik (FKIP, PBSI, Smester1)

Kata linguistik pertama kali muncul di buku Corre de Lingustique Generale, karya Ferdinand de Saussure, seorang bapak lingustik modern. Kata lingustik berasal dari Roma → Lingua yang berarti Bahasa, dan bahasa inggris → linguistik → linguistics → language,yang berarti bahasa.
Kesimpulan:
Linguistik adalah ilmu yang mengkaji bahasa, dan bahasa sebagai objek kajianya pengertian bahasa: bahasa adalah suatu sistem tanda arbiter yang konvensional, devinisi ini menurut aliran atau teori struktural.

Jabaran I 
  • Ciri sistem: bahasa bersifat sistemik dan sistematik 
  • Bahasa bersifat sistematik karena bahasa mengikuti ketentuan atau kaidah yang teratur 
  • Bahasa bersifat sistemik karena bahasa itu sendiri merupakan suatu sistem atau subsistem (fonologi, morfologi, sintaksis,semantik, dan leksikon)
Jabaran II 
  • Berkaitan dengan ciri tanda: bahasa pada dasarnya merupakan paduan dua unsur yaitu signifie dan signifiant 
  • Signifie: unsur bahasa yang berada di balik tanda yang berupa konsep di dalam benak si penutur 
  • Signifiant: unsur bahasa yang merupakan wujud fisik atau yang berupa tanda ujar
                *wujud fisik hanya berupa bunyi bahasa
                *wujud ujaran secara individu disebut parole
                *sistem yang bersifat sosial disebut langue
                *perpaduan antara keduanya disebut langage

Jabaran III 
  • Ciri arbitrer yaitu hubungan yang sifatnya semena-mena antara signifiant dan signifie atau antara makna dan bentuk 
  • Kesemene-menaan itu dibatasi oleh kesepakatan antarpenutur 
  • Oleh karena itu, bahasa memiliki ciri konvensional yaitu ciri kesepakatan antarpenutur secara imlpisit sudah mengisyaratkan bahwa fungsi bahasa sebagai alat komunikasi sosial juga diatur dalam sebuah konvensi tertentu

Kesimpulan
  •  Hakikat bahasa adalah ujaran (lisan) 
  • Wujud lain seperti gerak anggota badan (kinesik), rambu lalu lintas, morse, bunyi kentongan hakikatnya tidak dapat disebut bahasa dalam arti yang sebenarnya, itu hanya merupakan perwujudan  lain dari bahasa

Fungsi bahasa
Fungsi bahasa dibedakan menjadi dua:  
  1. Fungsi umum
  2. Fungsi khusus
Fungsi umum bahasa adalah sebagai alat komunikasi sosial
  •   bahasa menentukan corak suatu masyarakat, atau 
  • masyarakat menentukan corak suatu bahasa 
Mental Bangsa” dengan tiga tinjauan:  
  1. Masalah kata sapaan 
  2. Masalah Kala (tenses) 
  3. Masalah salam (greeting
Fuungsi khusus bahasa adalah : 
  1. Fungsi emotif (addresser) 
  2. Fungsi konatif (context) 
  3. Fungsi referensial (message) 
  4. Fungsi puitik (contact) 
  5. Fungsi fatik (code) 
  6. Fungsi metalingual (addresce)

Sejarah Perkembangan Ilmu Bahasa 
  • Sejarah perkembangan ilmu bahasa bermula pada dua dunia: 
  1. Di dunia barat (Yunani Kuno) 
  2. Di dunia timur (India)
Waktunya bersamaan yaitu 4 abad sebelum masehi
1.     Perkembangan  Ilmu Bahasa di Dunia Barat tahap 1
Dimulai sejak Plato 429-348 SM (murid Socrates) membagi jenis kata dalam bahasa Yunani Kuno dalam kerangka filsafat:
a. Onoma: jenis kata yang menjadi  pangkal pernyataan/     pembicaraan
b. rhema: jenis kata yang biasanya  dipakai untuk mengungkapkan  pernyataan/ pembicaraan

2.     Perkembangan  Ilmu Bahasa di Dunia Barat tahap 2
Setelah Plato pemikiran tersebut dikembangkan oleh Aristoteles (384-322 SM)
Aristoteles membagi jenis kata dalam Bahasa Yunani Kuno menjadi:
a.      Onoma: mengalami perubahan bentuk secara deklinatif (jenis kelamin, jumlah, kasus)
b.     Rhema:mengalami perubahan secara konjugatif (Persona, jumlah , kala)
c.      Syndesmos: tidak mengalami perubahan bentuk
Dasar Pemikirannya tidak lagi filosofis tetapi juga kerangka linguistik
Ilmu bahasa hanya terbatas pada telaah kata saja.


3.     Perkembangan  Ilmu Bahasa di Dunia Barat tahap 3
   Dyonisius  Thrax(130 SM)
   Baru dimulai membicarakan gramatika atau tata bahasa
   Buku tata  bahasa yang pertama kali disusun “Techne Gramatike”
   Pengikutnya disebut aliran tradisionalisme
   Pembagian jenis kata: nomina, pronomina, artikel, verba, adverbia, preposisi,partisipium, konjungsi
   Sebelum Thrax membagi jenis kata: nomina, verba, artikel,konjungsi (oleh Zeno),

4.     Perkembangan  Ilmu Bahasa di Dunia Barat tahap 4
   Donatius (IV) dan Priscianus (V).
   Diawali sejak Romawi menaklukkan Yunani, semua istilah bahasa Yunani dialihkan dalam bahasa Latin.
   Kedua gramatisi tersebut yang berpengaruh di Eropa.
   Pembagian jenis kata (7): nomina, pronomina, verba, adverbia, prepososi, partisipium, konjungsi/konjungsio
   Bahasa Latin dikembangkan sebagai bahasa gereja tetapi juga sebagai linguafranca.

5.     Perkembangan  Ilmu Bahasa di Dunia Barat tahap 5
   Abad pertengahan oleh Modistae (8): nomina, pronomina, partisipium, verba, adverbia, preposisi, konjungsio, dan interjeksi.
   Zaman Renaisance (7): nomina, pronomina,patisipium, adverbia, preposisi,konjungsi, interjeksi.
   Di negeri Belanda (10): nomina, verba, pronomina, adverbia, adjektiva, numeralia, preposisi, konjungsi, interjeksi, artikel

6.     Perkembangan  Ilmu Bahasa di Dunia Barat tahap 6
   Di Indonesia ada tradisi membagi jenis kata: ism, fi’il, harf ( ST Zain terpengaruh alhi tatabahasa melayu Raja Alihaji > Sibawaihi > Ad Du’ali/Arab
   Tradisi Arab pada dasarnya sama dengan tradisi Yunani Kuno
a.      Ism: gol. kata yang mengalami deklinasi
b.     Fi’il: gol. Kata yang mengalami konjugasi
c.      Harf: gol. Kata yang tidak mengalami perubahan

7.     Perkembangan  Ilmu Bahasa di Dunia Barat tahap 7
   Selain pembagian jenis kata juga berkembang pesat teori leksikostatistik Isodore Dyen, teori jarak kosa kata Herbert Guiter, dan daftar Swadesh (ilmu bahasa komparatif
   Abad XX ada paham baru dengan munculnya “Cours de Linguistique Generale” (1916) Ferdinand de Saussure
   Konsep:
   a. Signifiant dan signifie
   b. Parole, langue, langage
   c. Deret paradigmatik dan sintagmatik
Aliran ini berkembang sebagai aliran Struktural (jenis kata (3): nominal, verbal, partikel

8.     Perkembangan Ilmu Bahasa di Dunia Timur
   Dimulai dari India IV abad SM
   Ditandai  dengan munculnya karya PaniniVyakarana” (buku tata bahasa Sanskerta yang sangat mengagumkan dunia terutama kajian fonologinya)
   Karena sulit dipahami awam, Patanyali (murid Panini) menyusun tafsir “Mahabhasa”
   Buku tersebut ditulis atas dasar motivasi religius
   Jika dibandingkan jauh lebih sempurna di dunia Timur, hanya karena motivasinya bukan karena keilmuan maka perkembangannya mulai terbatas.



TIPOLOGI

Tipologi bahasa adalah pembicaraan dan pembahasan perihal tipe bahasa. Tipe diartikan secara mudah sebagai corak khusus suatu bahasa. Tidak bisa lepas dari istilah pengelompokan (menyangkut klasifikasi)
Ada tiga macam:
   1. Tipologi genealogis
   2. Tipologi geografis
   3. Tipologi struktural

1.     Tipologi geonologis atau genetika
·       Kriteria: garis keturunan
·       Secara teori dibayangkan bahwa bahasa berasal dari satu induk yang kemudian menurunkan bebrapa bahasa dan dialek
·       Secara teori dalam pengelompokan ini tidak ada yang tersisa, kenyataannya teramat banyak bahasa yang tidak termasuk dalam pengelompokan
·       Pengelompokan: bahasa induk > rumpun > famili > subfamili > bahasa > dialek

2.     Tipologi geografis/ areal
·       Kriteria: lokasi geografis atau areal
·       Misal: bahasa Melayu yang dipakai di Jakarta berbeda corak dengan bahasa Melayu yang dipakai di wilayah Minang, Banjar, Ambon, Makasar, Larantuka
·       Timbul berbagai corak bahasa Melayu, misal: Melayu Jakarta, Melayu Ambon, Melayu Larantuka
·       Semata-mata karena pengaruh faktor regional
·       Misal pengelompokan bahasa yang dilakukan oleh SJ Esser (1938) dan Brandes, bahasa Nusantara dalam 17 kelompok:
      1. Kelompok Sumatera
      2. kelompok Jawa
      3. Kelompok Dayak kalimantan
      4. Kelompok Bali-Sasak
      5. Kelompok Sulawesi Utara, dll.

3.     Tipologi struktural
1. Tipologi struktur morfologis
     a. Tipe bahasa aglutinatif
     b. Tipe bahasa fleksi
     c. Tipe bahasa Flekso-aglutinatif
     d. Tipe bahasa isolasi
2. Tipologi struktur morfosintaksis
     a. Tipe bahasa analitik
     b. Tipe bahasa sintetik
     c. Tipe bahasa polisintetik
3. Tipologi struktur fraseologis
     a. Tipe D-M
     b. Tipe M-D
4. Tipologi Struktur Klausal
     a. Tipe V-O
     b. Tipe O-V

1). Tipologi struktur morfologis
a.      T Aglutinatif
·  Tipe bahasa yang prosede morfologisnya dengan afiksasi, pemajemukan, dan pengulangan
·  Struktur katanya unsur pokok + unsur tambahan, unsur pokok + unsur pokok, serta pengulangan unsur pokok
·  Misal: bahasa Jawa, Melayu, Sunda, Gorontalo, Dayak, Makasar, Bisaya, Tagalok, atau Austronasia umumnya.

b.     T Fleksi
·  Tipe bahasa yang struktur katanya terbentuk oleh perubahan bentuk kata (deklinasi dan konjugasi)
·  Deklinasi: perubahan kata karena jenis, jumlah, kasus
·  Konjugasi: perubahan kata karena perubahan persona, jumlah, kala
·  Contoh bahasa Sansekerta dan bahasa Arab.

c.      T. Flekso-Aglutinatif
·  Tipe ini merupakan rangkuman dua tipe, yaitu tipe fleksi dan aglutinatif
·  Tipe bahasa ini sebagian prosede morfologisnya mengikuti corak bahasa fleksi dan sebagian corak bahasa aglutinatif
·  Contoh bahasa Inggris
                                                                           a. Pembentukan jamak dan kala lampau > corak aglutinatif
                                                                           b. Pembentukan kala lampau dan penominalan mengikuti corak fleksi

2). Tipologi struktur morfosintaksis
a.      T.Bahasa Analitik
·  Tipe bahasa ini satu kata mengandung satu konsep
·  Pembentukan frase, klausa, dan kalimat dengan menggabungkan kata-kata monokonsep> polikonsep
·  Bahasa yang strukturnya terdiri dari unsur-unsur lepas
Misal: Bahasa Indonesia, Jawa, Tagalok
Bahasa Inggris tidak termasuk sintetik.

b.     T. Bahasa sintetik
·  Bahasa yang bertipe sintetik memiliki ciri bahwa satu bentuk bahasa (satu bentuk kata) mengandung konsep makna sintaksis dan sekaligus hubungan-hubungannya
·  Misal: bahasa Arab, Latin, Biak, Sansekerta
·  Bahasa Arab: kataba ‘ia (M) menulis, katabat ‘ia (F) menulis’, katabta ‘engkau(M) menulis’,katabti ‘engkau (F) menulis, katabtu ‘saya menulis’

c.      T. Bahasa Polisintetik
·  Hampir sama dengan tipe sintetik hanya lebih kompleks
·  Satu bentuk tidak hanya rangkaian klausasederhana tetapi merupakan suatu kalimat
·  Misal: bahasa Indian Hupa
   Xonta’ ini rumah yang sekarang ada’
   Xontate ’ini rumah yang akan dibangun’
3). Tipologi struktur fraseologis
a.      T. Bahasa D-M atau S-A
·  Pembagian ini berdasar struktur frase
·  Tipe D-M atau S-Aberarti struktur frasenya senter terletak atau berada di depan atribut
·  Misalnya bahasa arab, Melayu, Jawa, Bugis, Malagasi
·  Misal:
   bustanum kabirun ‘kebun luas
   baldatun thoyibun ‘negeri makmur’

b.     T. Bahasa M-D atau A-S
·  Pembagian ini berdasar struktur frase
·  Tipe M-D atau A-S berarti struktur frasenya senter terletak atau berada di belakang atribut, atribut terletak di awal frase.
·  Misal: bahasa Inggris, Belanda, Jerman, Perancis
·  Bahasa Inggris:
   beautiful girl ‘gadis cantik’
   language teaching ‘pengajaran bahasa’

4). Tipologi Struktur Klausal
a.  T. Bahasa Tipe V-O
·  Pembagian ini berdasarkan tipe klausalnya
·  Tipe V-O (verb object) objeknya selalu berada di belakang predikat
·  Misal: bahasa Jawa, Melayu, Sunda,Biak, Inggris
·  Bahasa Biak
   Rebeka idun refo (SVO) ‘Rebeka membawa buku’
   Rebeka isun kruben (SVO) ‘Rebeka memakai kain’

b, T. Bahasa O-V
·  Pembagian ini berdasar tipe klausal
·  Tipe O-V (object verb) objeknya selalu berada di depan predikat
·  Misal: bahasa Sansekerta, Nepal, Magar.
   Putrah jalam pibati (SOV) ‘anak lelaki minum air’
   Narah phalam disyati (SOV) ‘orang menunjuk buah'


0 Response to "Dasar-Dasar Linguistik (FKIP, PBSI, Smester1)"

Post a Comment