Friday, November 30, 2012

Kuburan Massal Korban Tragedi Kerusuhan Sampit

Kuburan Massal Korban Tragedi Kerusuhan Sampit-Mengenang Kembali Kerusuhan Sampit yang Memuncak pada Tanggal 18 Februari 2001 Di Tanah Sampit, Kalimantan Tengah.

Assalamualaikum sobat semua...
Apakah sobat masih ingat Tragedi Kerusuhan Sampit ??? Ya'..Kerusuhan Sampit merupakan sepenggal kisah Tragis yang pernah Terjadi di Sampit Kalimantan Tengah. Kami Warga Sampit menyebutnya dengan nama ''Sampit Berdarah''. Semoga kerusuhan Sampit Tidak terulang untuk yang kedua kalinya. Asal kita saling menjunjung tinggi budaya orang. ''Dimana bumi di pijak disitulah langit di junjung''. Pada saat berlangsungnya kerusuhan, Banyak sekali korban dari etnis madura yang di bantai, Hampir ribuan,,mayat-mayat berserakan dimana-mana, di sungai, jalan-jalan, selokan, dan di berbagai tempat deh. Selama Kerusuhan semua warga sampit yang tidak ikut perang hanya bisa berdiam diri di rumah.

Pada saat itu Sampit Menjadi Kota Mati, Semua Aktifitas tidak terlihat sama sekali, Semua Toko dan Warung Tutup, PLN mati total, Pasar Di Tutup, Sekolah dan Kantor di Liburkan. Yang ada hanya teriakan orang yang sedang mengejar-ngejar, Rumah yang terbakar silih berganti,. Malam menjadi semakin mencekam, semua Kepala Keluarga hampir tidak tidur semalaman karena berjaga-jaga. Ok saya gk mau panjang lebar menceritakan secara detail tragedi kerusuhan sampit.

Disini saya mau share Video Kuburan Massal Korban Kerusuhan Sampit. Bagi yang belom tau silhkan dilihat, dan bagi yang udah tau, silahkan di share.


Terletak di Jl. Sudirman kilometer 13,8 (Sampit-Pangkalan Bun), Kalimantan Tengah, terdapat sebuah jalan kecil menembus ke tengah ilalang. Jalan kecil sepanjang 300 meter ini tak lain adalah jalan menuju makam korban massal tragedi Sampit, yang dibangun lebih dari 11 tahun yang lalu.

5 buah batu nisan bertuliskan 19 Februari 2001, tampak berdiri tegak di tengah areal pemakaman berukuran 50 meter x 50 meter ini. Sedikitnya ratusan korban dari tragedi Sampit dikuburkan secara massal di bawah batu-batu nisan tersebut.

Tragedi memilukan ini berawal dari ketegangan antara etnis Madura dan etnis Dayak di tanah Sampit pada tahun 1999. Ketegangan ini mencapai puncaknya pada 18 Februari 2001. Pengepungan, pengejaran, pembakaran dan pembantaian, terjadi setiap harinya. Tragedi Sampit ini dikenal dengan kesadisannya karena mayoritas korban yang terbunuh dipenggal kepalanya. Tercatat lebih dari 57.000 orang Madura diungsikan ke pulau Jawa untuk menghindari bertambahnya jumlah korban.

[Paul Hary -- Pengunjung Makam Korban Tragedi Sampit]
"Kunjungannya ke sini untuk mengenang kisah tragis pertempuran antar suku, Sampit berdarah, ini adalah makam para korban tragedi Sampit. Semua... tanpa mengenal anak-anak, perempuan, ibu-ibu, tidak ada kenal, semua dibantai habis."

Hampir 12 tahun berlalu, suasana kota Sampit kini telah aman dan kondusif. Kerukunan antar etnis Madura dan etnis Dayak-pun sudah semakin terjaga. Untuk memperingati sekaligus menjaga komitmen perdamaian di kota Sampit, pemerintah setempat membangun sebuah monumen perdamaian di tengah kota.
Gambar Hadits

Ditulis Oleh : Fidian Rahman ~ Tutorial Dan Variasi Blog

Remaja Sampit Sobat sedang membaca artikel tentang Kuburan Massal Korban Tragedi Kerusuhan Sampit. Oleh Admin, Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya. Terima Kasih...

:: Get this widget ! ::

29 comments:

Wawan Setiawan said...

Semangaatt, Wujudkan Indonesiaku yang damai. ;-)

Kota Sampit said...

Semangat !!!!!

Tresna Amanah said...

salam kenal gan,,aku dari pangklan bun
http://tresna10.blogspot.com

Kota Sampit said...

Salam kenal juga gan dari anak sapit....

rohmad aini said...

WUJUDKAN KERUKUNAN KEMBALI GAN SALAM SATU JIWA INDONESIA BERSATU

bayu saputra said...

Jangan ada pertumpahan darah lagi,
Ingat bendera kita masih sama!
Yaitu MERAH PUTIH!!
Dksh

KISTA said...

makasih atas infonya gan,.,. happy WORDPRESS

CARA DAFTAR said...

info yang sangat bagus sekali gan.,. salam kenal dari saya refi aliyefi nurdin

rio said...

Damai itu indh

warnet bonex said...

damai itu indah

warnet bonex said...

damai itu indah

Anonymous said...

_damn.. . PEACE INDONESIA

Dedy Ruwanto said...

videone hendi

manungso jowo said...

Gan kok bisa ya warga dayak tau itu madura apa bukan?buktinya selain orang madura ga ada yang jadi korban...salam kenal dari jawa..

Anonymous said...

Amin

Anonymous said...

mampusluh madura sialan

Rachma Syajaratuddur said...

serem yah dulu. semoga sekarang keadaannya kondusif.. amin..

Anton Sujarwo said...

Madura tk tau diri

stilla fadilachbar said...

mudah2an jadi kenangn yang tak terulang

hand ardiansyah said...

Salam perdamain sodaraku semua

haris ubaidillah said...

suwun salam njeh kulo ndugi jawa

ali rahman said...

Yang Di Jalan Lempang Dekat Bundaran KB Tu Fg Bang.... Wadah Nya Jua Lo... Dekat Jembatan Patah Tu... Ujar Kuburan MAssal Jua... Trus Dekat Rumah Betang Di Dekat Wisata Aqui... Bukannya Kuburan Massal Jua... Yang kamu Upload Tu dekat Ujung Pandaran Loo....


(Aduh Ngalih Banar Mengetik... Haur Handak Babahasa Sampit Mengetiknya)

ali rahman said...
This comment has been removed by the author.
ali rahman said...

@manungso jowo : Sob Aku Beritahu Yah Sepengetahuan Aku... Nih Dan Dari Berbagai Sumber ...
1. Orang Dayak Bisa Mencium Orang Itu Madura Apa Bukan
2. Panglima burung Datang... Jika Ada Burung Elang Terbang Di Suatu Tempat Berarti Di Situ Ada Orang Madura
3. Mereka Bisa Melihat Orang Madura Itu Seperti Sapi...
4. Mendengar Caranya Berbahasa (Logat)... Ada Nih Pengalaman Di Pelabuhan Sehari Sehabis Kerusuhan.. Ada Orang Datang Dari Pulau Jawa Di Tanya Sama Petugas Pelabuhan Kamu Asli Mana Terus Di Suruh Menghitung 1 - 10. Dia Menggunakan Logat Madura Dia Bilang Asli Tegal .. Dan Di KTP Nya Pun Kota Tegal.... Padahal Banyak Orang Dayak Berjaga Di Pelabuhan To...Basiap Parang Lawan Tumbak... Eh Mas Bukan Nya Setiap Hari Berbeda Kain Pengikat Orang Dayak To... Ada Yang Merah , Kuning Lawan Apa Lah Lupa.... Sekian Cukup Dulu Lah

Itu Sepengetahu Aku Sebagai Orang Sampit... Bagai Mana Pendapat Yang Lain...

Shinyo Ae said...

Mari kita saling menghormati sesama :D
Damai itu Indah :)
Salam wong jowo

Shinyo Ae said...

Mari kita saling menghormati sesama :D
Damai itu Indah :)
Salam wong jowo

Ayu Amanda said...

semoga tidak akan ada lagi pertikaian antar etnis yang terjadi di negeri kita asal saling menghormati dan tidak mencari gara2 di kampung halaman orang,,
salam kenal utk semua nya..

Sangga Tandingas said...

Hukum adat kayau & ritualnya ditetapkan oleh para Tetua Adat (Damung Adat, Mantir Adat, Balian Adat) dengan tiga unsur pertimbangan : 1. Darah telah tumpah di tanah Borneo. 2. Roh leluhur/Roh Kepala Adat Suku Dayak yg sangat dihormati telah dihina & dilecehkan. 3. Pelaku yg menumpahkan darah di tanah Borneo tdk mendapat hukuman yg setimpal ditinjau dari sudut hukum adat dayak.
Hukum Adat Kayau berlaku bagi siapa saja yg berdiam di tanah Borneo bahkan berlaku utk suku dayak itu sendiri. Ini pernah terjadi di jaman dulu di mana para tetua suku dayak hulu menetapkan hukum adat kayau kepada suku dayak hilir karena suku daya hilir telah melakukan 3 unsur tsb kepada suku dayak hulu. Dalam hukum adat kayau yg di kayau hanya kelompok yg telah melakukan 3 unsur tsb. Tetapi dalam pelaksanaan kayau, sering kali terjadi, org-org yg tdk ikut melakukan ritual adat mengayau yg dipimpin Balian Adat, malah ikut melakukan kayau karena mempunyai dendam terhadap suku/kelompok yg dikenakan hukum adat kayau. Sehingga terjadilah hal-hal yg diluar kendali dari hukum adat kayau tsb.
Ritual adat sebelum mengayau disebut Nyaru Tariu & dilakukan di Pandagi (tempat yg dianggap keramat) bukan DI SEMBARANG TEMPAT. Org-org yg ikut dalam ritual Nyaru Tariu setelah selesai ritual akan kerasukan & org yg tdk sanggup malah bisa pingsan. Org yg kerasukan setelah ritual ini akan mempunyai sifat sangat sadis & tdk mengenal rasa takut (ini yg disebut oleh dunia sebagi Ghost Warrior atau ada yg menyebutnya Pasus Dayak) apa pun itu namanya. Bahkan dalam kejadian kayau yg dilakukan dayak hulu seperti tsb di atas, tdk cuma memenggal kepala tapi jantung & hati para tetua adat dayak hilir telah dimakan mentah dalam keadaan masih berlumuran darah. Ini tdk akan sanggup dilakukan oleh manusia manapun apabila dalam keadaan sadar.
Org-org yg telah kerasukan dalam ritual Nyaru Tariu di Pandagi secara fisik dapat dilihat dengan ciri-ciri : Tatapan matanya seperti mayat hidup, berperilaku seperti pembunuh berdarah dingin & pada warna putih bola matanya akan banyak muncul urat yg berwarna merah darah sehingga kalau dari jauh warna putih bola matanya terlihat menjadi merah darah. Itu ciri umum yg banyak diketahui org tapi ada satu hal yg tdk pernah diketahui org & hanya diketahui oleh para Damung Adat Suku Dayak. Hal ini telah menjadi rahasia beberapa generasi Damung Adat Suku Dayak tapi karena begitu banyaknya org-org yg salah mengartikan & mendefinisikan kayau & bahkan mengaku-ngaku pernah menjadi Ghost Warrior hanya utk kesombongan & keangkuhan maka fakta tentang kayau ini harus diungkapkan. Ciri yg menjadi rahasia tsb adalah : org-org yg kerasukan tsb mempunyai ciri khas tersembunyi yaitu di bagian dalam pada kedua kelopak mata bawah terdapat tanda merah dari darah seperti tahi lalat. Hal ini yg membuat mereka bisa melihat utk membedakan mana musuh yg sebenarnya & satu tanda merah darah lagi yaitu bagian dalam bibir atas mereka. Hal ini membuat mereka bisa mencium bau musuh sebenarnya bahkan sanggup memakan jantung&hati musuhnya yang masih berlumuran darah. Apabila tanda itu hilang maka mereka akan kembali normal sadar dari kerasukan. Setiap org berbeda tingkat & lama kerasukannya, apabila ada org yg kerasukannya berlangsung lama maka akan di bawa kembali kepada Balian Adat utk mengakhiri kerasukan tsb.
Hukum Adat Kayau di jaman ini seharusnya di terjemahkan dalam definisi yg berbeda. Kayau (memenggal KEPALA) seharusnya didefinisikan sebagai cara utk membuat para KEPALA pemerintahan di Negeri ini (Bupati/Walikota, Gubernur dll bahkan Presiden) agar bisa berbuat utk kesejahteraan tanah leluhur. & org yg memenangkan cara tsblah yg harus diagung sebagai THE GHOST WARRIOR atau SANG KESATRIA HANTU.
Inilah pesan seorg kakek yg pernah menjadi Kepala Adat Suku Dayak & diberi gelar kehormatan adat sebagai DAMUNG TINGANG RUAI JALAYA di pedalaman Sampit yg tahun ini berusia genap 100 tahun, kepada cucunya yg telah menceritakan tentang pendapat org-org tentang kayau.
SALAM DAMAI SELALU BORNEO

stapkerja online said...

Makasih info nya,bagus banget.makin nambah wawasan neh.damai selalu negriku...amien

Post a Comment

 
Design by Fidian | Sitemap | About Us | DMCA | Privacy Policy