Fungsi Dan Cara Kerja Alat Bicara

1. Paru-paru
  • Fungsi pokok paru-paru adalah untuk pernafasan.
  • Arus udara yang dari paru-paru inilah yang menjadi sumber syarat mutlak terjadinya bunyi.
2. Pangkal Tenggorok (Larynx)
Pangkal tenggorok atau laring adalah rongga pada ujung pipa pernafasan. Rongga ini terdiri dari empat kompenen, yaitu: tulang rawan krikoid, dua tulang rawan aritenoid, sepasang pita suara, dan tulang rawan tiroid. Dua tulang rawan aritenoid bentuknya kecil seperti piramid terletak di atas tulang rawan krikoid. Sistem otot aritenoid dapat bergerak mengatur gerakan pada sepasang pita suara. Pita suara bagian muka terkait pada sepasang pita suara. Pita suara bagian muka terkait pada tulang rawan tiroid, sedang bagian belakang pada tulang rawan aritenoid. Sepasang pita suara dapat membuka lebar, membuka menutup, dan menutup rapat. 
  • Fungsi utama pita suara  ini adalah sebagai pintu klep yang mengatur pengawasan arus udara antara paru-paru dengan mulut atau hidung.
  • Dengan peristiwa membuka dan menutupnya pita suara, maka terbentuklah suatu celah atau ruang diantara sepasang pita suara.Celah itu disebut glotis.
  • Proses bergetarnya pita suara disebut fonasi.
3. Rongga Kerongkongan
Rongga kerongkongan atau faring ialah rongga yang terletak diantara pangkal tenggorokan dengan rongga mulut dan rongga hidung.
  • Fungsi utamanya adalah sebagai saluran makan dan minum.
  • Dalam pembentukan bunyi bahasa, peranannya terutama hanyalah sebagai tabung udara yang  akan ikut bergetar bila pita suara bergetar.
  • Bunyi bahasa yang dihasilkan oleh faring disebut faringal.
4. Langit-langit Lunak
 Langit-langit lunak (velum) beserta bagian ujungnya yang disebut anak tekak dapat turun naik sedemikian rupa. Dalam keadaan bernafas normal maka langit-langit lunak beserta ujung anak tekak menurun, sehingga udara dapat keluar masuk melalui rongga hidung.
  • Bunyi bahasa yang dihasilkan oleh langit-langit lunak ini diseebut bunyi velar.. 
  •  Dalam pembentukan bunyi, ia sebagai artikulator pasif (dasar atau basis artikulasi), sedangkan artikulator aktifnya adalah pangkal lidah. 
  • Bunyi yang dibentuk oleh pangkal lidah diseebut dorsum
5. Langit-langit Keras
Langit-langit keras merupakan susunan bertulang.
Dalam pembentukan bunyi bahasa langit-langit keras ini sebagai artikulator pasif, sedangkan altikulator aktifnya adalah ujung lidah atau tengah lidah.
  • Bunyi yang dihasilkan oleh langit-langit keras disebut palatal. 
  • Bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah disebut apikal. 
  • Bunyi yang dihasilkan dengan hambatan tengah lidah disebut medial.
  • Bunyi yang dihasilkan oleh gabungan langit-langit keras dengan ujung lidah disebut  apokopalatal, sedangkan yang kedua disebut medio-dental
6.  Gusi dalam (Alveolum)
Gusi dalam adalah bagian gusi tempat letak akar gigi depan atas bagian belakang, terletak tepat di atas serta dibelakang gigi yang melekung ke dalam menghadap lidah.
Dalam pembentukan bunyi bahasa, gusi sebagai artikulator pasif, sedangkan artikulotaor aktifnya adalah ujung lidah.
  • Bunyi yang dihasilkan oleh gusi disebut alveolar.
  • Selain itu, gusi dapat bekerja sama dengan daun lidah sebagai artikulator aktifnya dan bunyi yang dihasilkan oleh daun lidah disebut laminal.
  • Gabungan keduanya disebut lamino-alveolar
7. Gigi (Dental)
  • Gigi terbagi menjadi dua, yaitu gigi bawah dan gigi atas. 
  • Gigi bawah tidak memiliki fungsi yang banyak dalam pembentukan bunyi bahasa. 
  • Yang berfungsi penuh sebagai artikulator atau dasar artikulasi adalah gigi atas bekerja sama dengan bibir bawah atau ujung lidah. 
  • Bunyi yang dihasilkan oleh gigi disebut dental. 
  • Bunyi yang dihasilkan oleh bibir disebut laibia. 
  • Bunyi yang dihasilkan oleh hambatan gigi atas dengan bibir bawah disebut labio-dental dan yang dihasilkan oleh hambatan gigi atas dengan ujung lidah disebut apiko dental.
8. Bibir (Lip, Labia)
  • Bibir terbag menjadi dua, yaitu bibir atas dan bibir bawah.
  • Fungsi pokok kedua bibir adalah sebagai pintu penjaga rongga mulut.
  • Dalam pembentukan bunyi bahasa bibir atas adalah seebagai artikulator pasif, bekerja dengan bibir bawah sebagai artikulator aktifnya.
  • Dapat juga bibir bawah sebagai artikulator aktifnya bekerja sama dengan gigi atas, hasilnya labio-dental.
9. Lidah
  • Fungsi pokok lidah adalah seebagai alat perasa dan untuk memindahkan makanan yang akan atau sedang dikunyah.
  • Dalam pembentukan bunyi bahasa, lidah sebagai altikulator aktif memiliki peranan yang sangat penting.
  • Lidah dapat dibagi menjadi lima bagian, yaitu: akar lidah (root), pangkal lidah (dorsum), tengah lidah (medium), daun lidah (lamina), dan ujung lidah (apex).
  • Akar lidah bekerja sama dengan rongga kerongkongan menghasilkan bunyi radiko-faringal.
  • Pangkal lidah bekerja sama dengan langit-langit lunak menghasilkan bunyi  dorso-velar.Tengah lidah bekerja sama dengan langit-langit keras menghasilkan bunyi bahasa medio-palatal.
  • Ujung lidah bekerja sama dengan langit-langit keras menghasilkan bunyi apiko-palatal.
New Article Update : Fungsi Dan Cara Kerja Alat Bicara

0 Response to "Fungsi Dan Cara Kerja Alat Bicara"

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.