Pengenalan Morfem

Pengenalan Morfem dalam Morfologi Bahasa Indonesia
Berikut beberapa pengenalan morfem
PRINSIP 1
Satuan-satuan yang mempunyai struktur fonologik dan arti atau makna yang sama merupakan satuan morfem. Contoh morfem baju : baju biru, baju batik, menjahit baju, baju memiliki arti yang sama.

PRINSIP 2
Satuan-satuan yang memiiki struktur fonologik yang berbeda merupakan satu morfem apabila satuan-satuan itu mempunyai arti atau makna yang sama, dan perbedaan struktur fonologiknya dapat dijelaskan secara fonologik. Contoh pada kata membawa, menggali, mengebom, sama-sama berarti tidakan aktif.
http://remajasampit.blogspot.com/
PRINSIP 3
Satuan-satuan yang memiliki struktur fonologik yang berbeda, sekalipun perbedaanya tidak dapat dijelaskan secara fonologik, masih dapat dianggap sebagai satu morfem apabila, mempunyai arti atau maknya yang sama, dan mempunyai distribusi yang komplamenter. Contoh be-pada bekerja, dan ber-pada berjalan

PRINSIP 4
Apabila dalam deretan struktur suatu satuan berparalel dengan satuan kekosongan, maka kekosongan itu merupakan morfem, ialah yang disebut morfem zero. Contoh : ia membeli sepeda, kata aslinya adalah ia beli sepeda.

PRINSIP 5
Satuan-satuan yang mempunyai struktur fonologik yang sama mungkin merupakan satu fonem, mungkin pula merupakan morfem yang berbeda. Sekalipun mempunyai struktur fonologik yang sama. Contoh : kata sedang dalam nilainya sedang saja dengan ia sedang pergi, kata sedang yang pertama berarti tidak jelek, dan yang kedua berarti baru/lagi
http://remajasampit.blogspot.com/
PRINSIP 6
Stiap satuan yang dapat dipisahkan merupakan morfem. Contoh : bersandar dan sandaran. Jelas bahwa bersandar terdiri dari satuan ber-dan sandar, dan satuan sandaran terdiri dari sandar dan –an, maka ber-, sandar, dan –an masing-masing memiliki orfem sendiri-sendiri.

Tag : Morfem, Pengenalan Morfem, Pengertia Morfem

0 Response to "Pengenalan Morfem"

Post a Comment