Sunday, April 15, 2012

Unsur pembangun prosa

Unsur pembangun prosa
Tema, fakta cerita, sarana cerita, judul, sudut pandang, gaya, dan bahasa :
Tema, tema adlah sesuat yang menjadi dasar cerita (ide atau tujuan utama). Menurut Stansos tema adalah makna yang dikandung oleh sebuah cerita. Tema selalau berkaitan dengan masalah kehdupan, ex: masalah cinta, masalah kasih, rindu, maut dll. Tema bersifat tidak langsung tersurat.
•    Cara merumuskan tema: 
  1. Dalam bentuk kalimat
  2. Dalam bentuk pernyataan sebab akibat
•    Penggolongan tema
  1. Tema tradisional. Kebenaran mengalahkan kejahatan, cinta sjati menuntut pengorbanan, berakit-rakit kehulu berenag ketepian
  2. Tema non-tradisional
  • Tingkat fisik (banyak aktifitas fisik dari pada kejiwaan)
  • Tingkat organik (aktivitas yang hanya dapat dilakukan oleh makhluk hidup, ex: masalah sex, perkawinan, penyimpangan)
  • Tingkat sosial = manusia sebagai mahluk sosial
  • Tingkat ejoik = manusia sebagai mkhluk individu
  • Tingkat divine – manusia sebagai makhluk tingkat tinggi
•   Plot atau Alur. Jalan atau alur peristiwa adalah apa yang dilakukan oleh tokoh dan peristiwa apa yang terjadi atau dialami oleh tokoh. Tiga usur yang esensial dalam pengembangan sebuah plot cerita:
  1.  Peristiwa (kejadian)
  2. Konflik (peristiwa utama)
  3. Klimaks (konflik mencapai tingkat insentitas tinggi).
•    Kaidah pemplotan
  1. Plausibility / plaisabilitas (kemasukakalan)
  2. Surprise (kejutan)
  3. Suspense (ketegangan)
  4. Unity (kepaduan)
•    Bagian alur
  1. Situation → dibagian awal
  2. Generating of circutastances (tahap pemunculan konflik)→ di bagian tengah
  3. Rising action (peningkatan konflik) → dibagian tengah
  4. Climaks (puncak cerita) → dibagian tengah
  5. Akhir → dibagian akhir.
•    Latar atau Seting
  1. Latar tempat = dimana
  2. Latar waktu = kapan ? siang, malam, pagi, zaman, dll
  3. Latar sosial – bagamana kondisis sosial tokoh = kelas bawah, kelas menengah, kelas atas.
•    Sarana Cerita
  1. Judul, judul adalah unsur luar yang pertama dibaca, biasnaya menggambarkan isi, judul biasanya mengacu pada tokoh, latar, klimaks, akhir cerita.
  2. Sudut pandang (Point if View)
    • Sudut pandang akuan seratan
    • Sudut pandang akuan takseratan
    • Sudut pandang diaan serbatahu
    • Sudut pandang diaan terbatas 
    • Sudut pandang campuran.
  3. Gaya Bahasa dab Nada.suasanaGaya/style, adalah penggunaan bahasa yang khas oleh seorang penyair, meliputi : gaya kalimat, gaya kat, gaya penceritaan. Fungsi gaya adalah menghasilkan NADA./suasana, suasana yang menyeramkan, mengerikan, menyedihkan  menyenangkan, menjijikan, dll.
  4. Tokoh atau penokohan. Tokoh cerita:
  • Menunjuk pada orangnya/pelaku
  • Watak, perwatakan, karakter
  • Menunjuk pada sifat dan sikap tokoh.
Penokohan:
  • Lebih luas pengertiannya daripada tokoh atau perwatakan
  • Mencakup setiap tokoh cerita, bagaimana perwatakannya, bagaimana penempatan dan pelukisannya dalam cerita.
  • Cara pengarang menggambarkan tokoh dalam cerita, ada dua metode, yaitu : metode langsung (analitik), dan metode tidak langsung (dramatik).
  • Tokoh menempatkan posisis strategisnya sebagai: penyampaian pesan, penyampaian moral, sesuatu yang ingin disampaikan kepada pembaca.
Unsur pembangun prosa

Ditulis Oleh : Fidian Armstrong ~ Tutorial Dan Variasi Blog

Remaja Sampit Sobat sedang membaca artikel tentang Unsur pembangun prosa. Oleh Admin, Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya. Terima Kasih...

:: Get this widget ! ::

Sampitkota Remaja Sampit Updated at: 7:26 AM

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Remaja Sampit | Contras .v1, | Gudang Widget