Pengertian Paragraf dan Penulisan Paragraf yang Baik

Title : Pengertian Paragraf dan Penulisan Paragraf yang Baik
Tag : Pengertian Paragraf, Ciri Paragraf, Syarat Paragraf yang Baik

PARAGRAF DALAM BAHASA INDONESIA
Pengertian Paragraf
Paragraf adalah kumpulan informasi yang mengungkapkan keutuhan pesan karena adanya gagasan utama sebagai pengendali.
 
Ciri Paragraf 
  1. Bertakuk: Baris awal paragraf menjorok 5 karakter.
  2. Merenggang: Spasi awal paragraf lebih lebar dibandingkan spasi yang lain.
conotoh:
      Dua pemain PSS harus berurusan dengan polisi karena tertangkap basah ketika berpesta sabu-sabu di sebuah hotel. Pertandingan antara kedua kesebelasan itu diwarnai kerusuhan karena ulah para sporter. Pelaksanaan liga sendiri berjalan lancar meski tidak sesuai target. Beberapa penonton dilaporkan masuk tanpa membeli tiket.
 
Syarat Paragraf yang Baik 
1. Ketunggalan
Paragraf hanya memiliki satu gagasan utama.  Gagasan utama lazim diwujudkan dalam kalimat topik. Kalimat/informasi yang lain sekadar menjelaskan atau mendukung gagasan utama. Kalimat yang tidak berhubungan dengan gagasan utama harus dihilangkan atau dikeluarkan dari paragraf itu.

contoh:
(2)         Mbah Paijo tidak tahu banyak tentang desa kelahirannya. Ia tidak tahu-menahu mengapa desanya itu dinamai Desa Karangpucung. Ia tidak tahu-menahu mengapa Sungai Banjaran kini mengering. Ia juga tidak tahu-menahu mengapa nenek moyangnya dahulu sampai ke situ. Meskipun sudah uzur, Mbah Paijo masih gesit dan cekatan. Begitu bangun pagi, tanpa harus minum kopi dahulu, ia memanggul cangkul dan menuju ke ladang. Ia terus mengayun cangkulnya untuk membongkar tanah liat yang sudah mengeras karena musim kemarau yang panjang.

(2a)      Mbah Paijo tidak tahu banyak tentang desa kelahirannya. Ia tidak tahu-menahu mengapa desanya itu dinamai Desa Karangpucung. Ia tidak tahu-menahu mengapa Sungai Banjaran kini mengering. Ia juga tidak tahu-menahu mengapa nenek moyangnya dahulu sampai ke situ.
Meskipun sudah uzur, Mbah Paijo masih gesit dan cekatan. Begitu bangun pagi, tanpa harus minum kopi dahulu, ia memanggul cangkul dan menuju ke ladang. Ia terus mengayun cangkulnya untuk membongkar tanah liat yang sudah mengeras karena musim kemarau yang panjang.
 
2. Kepaduan
Seluruh informasi dalam paragraf harus memperlihatkan adanya hubungan, baik secara bentuk (kohesif) maupun secara nalar (koherensif).

contoh:
(3)      Meskipun kebudayaan Indonesia sangat banyak, pada dasarnya terbentuk dari kebudayaan lain. Misalnya, kebudayaan India, kebudayaan Tionghoa, dan kebudayaan Arab. Kebudayaan-kebudayaan itulah asal dari berbagai agama yang dianut bangsa ini. Hal itu sesuai dengan ramainya arus perdagangan, baik yang sifatnya lintas pulau maupun lintas bangsa.
(3a)     Meskipun kebudayaan Indonesia sangat banyak, pada dasarnya terbentuk dari kebudayaan lain. Misalnya, kebudayaan India, Tionghoa, Arab, dan Eropa. Kebudayaan-kebudayaan itu masuk bersamaan dengan menyebarnya agama Hindu, Budha, Khong Hucu, Islam, Kristen. Agama-agama itu sampai ke berbagai pelosok Indonesia dengan menumpang arus perdagangan, baik yang sifatnya lintas pulau maupun lintas bangsa.

3. Kelengkapan
Mengungkapkan seluruh informasi tentang gagasan utama. Paragraf tidak “menyisai” pertanyaan kepada pembaca.

contoh:
(4)      Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah. Pertama, memberantas sarang nyamuk penyebar demam berdarah. Seperti kita ketahui bahwa nyamuk penyebar demam berdarah ini biasanya berkembang di genangan air. Jentik-jentik nyamuk yang berada di genangan air itu akan menetas dalam waktu tujuh hari. Oleh karena itu, genangan air harus ditimbun.
(4a)     Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah. Pertama, memberantas sarang nyamuk penyebar demam berdarah. Kedua, mengubur benda-benda yang memungkinkan terjadinya genangan air. Ketiga, menguras dan menggosok dinding bak atau tempat air yang lain yang biasanya dijadikan tempat bertelur nyamuk. Yang terakhir, melakukan penyemprotan di wilayah yang sudah terjangkiti penyakit demam berdarah.

4. Keruntutan
Mengungkapkan seluruh informasi tidak secara bolak-balik, tetapi berdasarkan alur tertentu. Keruntutan menghindarkan terjadinya “lompatan-lompatan” informasi.

contoh:
(5)      Dalam kegiatan berwudu yang dilakukan ialah berkumur, membasuh muka; membasuh tangan; membasuh rambut; membasuh telinga, membasuh kaki. Namun, sebelumnya harus membaca niat. Sesudah itu, diakhiri dengan doa.
(5a)    Dalam kegiatan berwudu yang pertama dilakukan ialah membaca niat. Sesudah itu, berkumur; membasuh muka; membasuh tangan; membasuh rambut; membasuh telinga; membasuh kaki. Kegiatan berwudu diakhiri dengan membaca doa.
 
Jenis Paragraf Berdasarkan Model Penalaran 
  1. Paragraf Deduktif. Paragraf deduktif adalah paragraf dengan penceritaan yang bergerak dari hal umum ke khusus.
  2. Paragraf Induktif. Paragraf induktif adalah paragraf dengan penceritaan yang bergerak dari hal khusus ke umum.
  3. Paragraf Deduktif-Induktif. Paragraf deduktif-induktif adalah paragraf dengan penceritaan yang bergerak dari hal umum ke khusus lalu kembali ke hal umum.
  4. Paragraf Induktif-Deduktif. Paragraf induktif deduktif adalah paragraf dengan penceritaan yang bergerak dari hal khusus ke umum lalu kembali ke hal khusus.
Terimakasih telah membaca artikel yang berjudul Pengertian Paragraf dan Penulisan Paragraf yang Baik semoga bermanfaat dan memberikan tambahan khazanah ilmu khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

0 Response to "Pengertian Paragraf dan Penulisan Paragraf yang Baik"

Post a Comment