Thursday, December 13, 2012

Sinopsis Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Assalamualaikum sobat semua,,
Sinopsis Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Bertemu lagi di ruang hangat Remaja Sampit, Kali ini saya akan berbagi Sinopsis Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Karya Hamka. Berikut adalah sinopsisnya.

Sinopsis Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Karya : Prof. Dr. Hamka
Tahun Terbit : 1939

Dikisahkan dalam suatu adat Minangkabau, terdapat suatu persoalan tentang kekayaan atau strata ekonomi yang menghalangi kisah cinta sepasang kekasih. Sejak umur 9 bulan, Zainuddin telah ditinggalkan Daeng Habibah ibunya. Tidak lama setelah kematian ibunya, Ayahnya yang bernama Pendekar Sutan juga meninggal dunia, tinggal Zainuddin yang mnjadi seorang yatim piatu. Kini Zainuddin tinggal bersama bujangnya, Mak Base. Kira-kira 30 tahun yang lalu sebelum ayahnya wafat, ayahnya punya suatu perkara dengan Datuk Mantari, perkara tersebut behubungan dengan soal warisan. Suatu ketika, dalam penyelesaian perkara tersebut terjadi perkelahian yang membuat Datuk Mantari terbunuh di tangan Pendekar Sutan. Akibat perbuatannya itu, Pendekar Sutan kemudian diasingkan ke Cilacap selama kurang lebih 15 tahun. Setelah habis masa hukumannya di Cilacap, Pendekar Sutan dikirim ke Bugis untuk menumpas pemberontakan yang melawan Belanda. Di sanalah Pendekar Sutan bertemu dengan Daeng Habibah. Setelah hidup sebatang kara, Zainuddin pergi ke desa Batipuh di Padang untuk mencari keluarga Ayahnya yang masih ada. Di Padang ia tinggal di rumah saudara ayahnya, yang bernama Made Jamilah. Sebagai seorang pendatang dari Makasar, ia merasa asing tinggal di Padang. Hal ini bisa ia rasakan dari tanggapan-tanggapan saudaranya. Disinilah awal mula pertemuan Zainuddin dengan  Hajati, sewaktu itu ia meminjamkan payung kepada Hajati yang menjadi keakraban diantara mereka. Warga kampung semakin mengetahu kedekatan hubungan Zainuddin dan Hajati, walau demikian, mereka tetap menganggap Zainuddin sebagai orang yang asing. Tidak hanya warga Batipuh, Keluarga Hajati juga menganggap Zinuddin sebagai orang asing.Untuk menjaga nama baik kedua orang muda dan keluarga mereka masing-masing, Zainuddin disuruh meninggalkan Batipuh oleh mamak Hajati. Dengan berat hati Zainuddin meninggalkan Batipuh menuju Padang Panjang. Di tengah jalan Hajati menemuinya dan mengatakan bahwa cintanya hanya untuk Zainuddin.
Sinopsis Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Suatu saat Zainuddin menerima kabar bahwa Hajati akan pergi ke Padang Panjang untuk melihat pacuan kuda atas undangan sahabat Hajati yang bemama Chadidjah. Zainuddin hanya dapat bertemu pandang di tempat itu karena bersama orang banyak ia terusir dari pagar tribune. Pertemuan yang sekejap itu membuat Hajati mendapat ejekan dari Chadidjah. Chadidjah sendiri sebenamya bermaksud menjodohkan Hajati dengan Aziz, kakak Chadidjah sendiri. Karena merasa cukup mempunyai kekayaan warisan dari orang tuanya setelah Mak Base meninggal, Zainuddin mengirim surat lamaran pada Hajati. Temyata surat Zainuddin bersamaan dengan lamaran Aziz. Setelah diminta untuk memilih, Hajati memutuskan memilih Aziz sebagai calon suaminya. Zainuddin kemudian sakit selama dua bulan karena Hajati menolaknya. Atas bantuan dan nasehat Muluk, anak induk semangnya, Zainuddin dapat merubah pikirannya. Bersama Muluk, Zainuddin pergi ke Jakarta.Dengan nama samaran “Z”, Zainuddin kemudian berhasil menjadi pengarang yang amat disukai pembacanya. la mendirikan perkumpulan tonil “Andalas”, dan kehidupannya telah berubah menjadi orang terpandang karena pekerjaannya. Zainuddin melanjutkan usahanya di Surabaya dengan mendirikan penerbitan buku-buku.
Sinopsis Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck 
Karena pekeriaan Aziz dipindahkan ke Surabaya, Hajati pun mengikuti suaminya. Suatu kali, Hajati mendapat sebuah undangan dari perkumpulan sandiwara yang dipimpin dan disutradarai oleh Tuan Shabir atau “Z”. Karena ajakan Hajati Aziz bersedia menonton pertunjukkan itu. Di akhir pertunjukan baru mereka ketahui bahwa Tuan Shabir atau “Z”adalah Zainuddin. Hubungan mereka tetap baik, juga hubungan Zainuddin dengan Aziz. Perkembangan selanjutnya Aziz dipecat dari tempatnya bekerja karena hutang yang menumpuk dan harus meninggalkan rumah sewanya karena sudah tiga bulan tidak membayar, bahkan barang-barangnya disita untuk melunasi hutang. Selama Aziz di Surabaya, ia telah menunjukkan sifat-sifatnya yang tidak baik. la sering keluar malam bersama perempuan jalang, berjudi, mabuk-mabukan, serta tak lagi menaruh cinta pada Hajati. Akibatnya, setelah mereka tidak berumah lagi. Mereka terpaksa menumpang di rumah Zainuddin.

Di Surabaya inilah Zainudin bertemu dengan Hayati yang diantar oleh suaminya sendiri Azis, untuk dititipkan kepadanya, kemudian Azis mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Rasa cinta Zainudin pada Hayati sebenarnya masih membara, akan tetapi mengingat Hayati itu sudah bersuami, cinta yang masih menyala itu berusaha untuk dipadamkan, kemudian Hayati dibiayai untuk pulang ke Batipun.Tetapi nasib malang menimpa Hayati, dalam perjalanan pulang ke Batipun itu, kapal Van Der Wijck yang ditumpanginya tenggelam. Hayati meninggal dunia di rumah sakit di Cirebon. Di saat-saat akhir hayatnya, Hayati masih sempat mendengar dan melihat bahwa sebenarnya Zainudin masih sangat mencintainya, namun semua itu sudah terlambat. Tidak berselang lama, Zainudin menyusul Hayati ke alam baka, dan jenazah Zainudin dimakamkan persis di samping makan mantan kekasihnya, Hayati.
Tag : Sinopsis Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Ditulis Oleh : Fidian Armstrong ~ Tutorial Dan Variasi Blog

Remaja Sampit Sobat sedang membaca artikel tentang Sinopsis Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Oleh Admin, Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya. Terima Kasih...

:: Get this widget ! ::

Fidian Armstrong, Remaja Sampit Updated at: 5:02 AM

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Fidian | Sitemap | About Us | Disclaimer | Privacy Policy