Model Wacana

Model Wacana
  1. Model P-D-K
  2. Model P-S-P
  3. Model M-B-P
  4. Model Inversi
Model P-D-K

(P: pendirian, D: dukungan, K: kesimpulan)
Tujuan penulisan dengan model P-D-K adalah mengemukakan pendirian penulis, memberikan alasan-alasan yang mendukung pendirian itu, dan akhirnya menyimpulkan yang sudah dipaparkan.
Komponen pendukung model P-D-K dalam paragraf adalah pendirian, dukungan, penjelasan, peralihan, dan kesimpulan.
Bagan karangannya adalah (pendirian)....., (peralihan)......, (dukungan 1)....., (penjelasan)...., (peralihan)...., (dukungan 2)....., (penjelasan)....., (peralihan)...., (dukungan 3)...., (penjelasan)......., (peralihan)...., (kesimpulan).
Komponen pendukung model P-D-K dalam bentuk esai/artikel adalah pembuka, tesis, penjelasan tentang tesis, peralihan antarparagraf, penegasan-penegasan ulang tesis, dan rangkuman pikiran utama.

Model P-S-P
(P: pendapat, S: sanggahan, dan P: pendirian)
Tujuan penulisan model ini adalah untuk menyanggah pendapat orang lain dan mengemukakan pendirian penulis sendiri. Sanggahan itu bertujuan menyerang pendapat orang lain dan sekaligus mendukung pendirian sendiri.
Komponen pendukung model P-S-P dalam paragraf adalah pendapat orang lain, pendirian, sanggahan, penjelasan, peralihan, dan kesimpulan.
Bagan karangan paragraf P-S-P: (pendapat orang)..., (peralihan)......., (pendirian)...., (peralihan)...., (sanggahan1)..., (penjelasan)...., (peralihan)...., (sanggahan2)..., (penjelasan)...., (peralihan)...., (sanggahan3)..., (penjelasan)...., (peralihan)...., (penegasan ulang pendirian)

 Model M-B-P
(M: masalah, B: pembahasan, P: pemecahan masalah)
Tujuan model M-B-P adalah menyelesaikan suatu masalah yang dihadapi seseorang, membahas sebab-sebab timbulnya masalah, dan memberi solusi/pemecahan masalah
Komponen model M-B-P mencakup komponen paragraf modelP-S-P dan model P-D-K.
Satu komponen baru dalam model M-B-P ialah pengacuan kepada situasi; situasi yang digambarkan dalam pembuka akan berubah dan masalah akan teratasi jika saran-saran perbaikan dilaksanakan.
Bagan karangan esai model M-B-P
  • Paragraf pengantar: (pembuka)...., (tesis).....
  • Paragraf pengembang I (sama model P-S-P)
  • Paragraf pengembang II (sama model P-D-K)
  • Paragraf penyimpul: (peralihan)..., (penegasan-ulang tesis)..., (rangkuman pikiran utama)..., (pengacuan kepada situasi)...
Model Inversi
Tujuan model inversi adalah membangun efek dramatik/persuasif/klimaks dalam karangan, untuk membimbing pengertian pembaca kepada dalil-dalil hukum, kaidah-kaidah. Oleh karena itu, dalam penulisannya seperti penulisan karangan induktif, yakni pikiran utama dan tesis di akhir paragraf.
Bagannya: (pembuka)..., (evidensi1)...., (penjelasan)...., (peralihan)... (evidensi2)...., (penjelasan)...., (peralihan)... (evidensi3)...., (penjelasan)...., (peralihan)..., (pendirian)

0 Response to "Model Wacana"

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.